My Marvell

Admin Web FIB UB

BOLA BUKAN LAGI PEMERSATU TETAPI BERUBAH MENJADI PERPECAHAN

Bola Bulat bentuknya Orang-orang menggemarinya Luar biasa pengaruhnya Anarkis jika bersetru, itulah ungkapan yang bisa saya gambarkan tentang bola. Mungkin saat ini semua rang di Indonesia tahu bahwa konflik dualisme di persepakbolaan di Indonesia sudah sangat memprihatinkan bahkan bisa saya katakan kemunduran, bukan prestasi yang di raih tapi kehancuran yang terlihat. Dimana yang dulu sepak bola sebagai pemersatu dunia tapi sekarang sebaliknya di Indonesia sebagai pemecah, itu disebabkan bahwa sekarang bukan orang yang paham betul tentang sepak bola untuk menangani suatu club tetapi politisi-politisi yang tak tahu apa itu sepak bola ikut berperan dalam persepakbolaan. Kenapa demikia..?? banyak persepsi yang bisa saya cerna dalam beberapa kasus bahwa sepak bola sebagai ajang kampanye dengan mencari simpati suara masyarakat untuk ajang PEMILU PILKADA atau yang lainnya.
Sekarang sepak bola hanya mementingkan kepentingan salah satu parpol yang di usung bukan kepentingan masyarakat umum, kenapa demikian karena club yang di pegang menggunakan dana APBD dan club otomatis dikelola oleh kepala derah atau bupati bukan dari dana sponsor mungkin hanya sebagian kecil dari dana sponsor atau ticketing. Dan kenapa setiap suatu daerah akan mengadakan PEMILU atau PILKADA dan calon kepala daerah atau bupati gemar mengikuti perkembangan sepak bola di suatu daerahnya dan setelah diaterpilih lenyap seperti tak ingin tahu menahu buta apa janji-janjinya. Seperti halnya persepakbolaan nasional kita sama-sama berebut kekuasaan pemegang kendali suatu organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia yaitu PSSI, yang dulu ISL (Indonesia Super League) menjadi legal di mata PSSI dan IPL (Indonesia Premier League) dianggap illegal dan setelah pengurusan berganti kondisi berputar 180 drajat. Saya tak permasalahkan tetang liga mana yang baik tapi nasib pemain timnas yang berseberangan karena tidak mengikuti liga di bawah PSSI menjadi korban juga tidak bisa mengikuti kompetisi dunia, padahal banyak tunas muda yang berpotensi sangat memuaskan para pencinta sepak bola di Indonesia dengan penampilannya di SEAGAMES kemarin.
Mungkin menurut saya rombak semua pengurus jangan ada pengurus dari partai politik semua murni pengurus paham apa itu sepak bola agar persepakbolaan di Indonesia bisa berprestasi tidak terbelakang terus menerus seperti sekarang karena rakyat Indonesia haus akan prestasi di ajang sepak bola karena olahraga yang menrut saya di sukai dari anak kecil, orang tua, muda, laki-laki, perempuan adalah sepak bola. INDONESIA pasti BISA

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.